Pejuang Autoimun

Survivor Autoimun VS Pejuang Autoimun

Survivor Autoimun dan Pejuang Autoimun sama-sama mengalami sakit kronik yaitu autoimun namun memiliki perbedaan menonjol dari cara menyikapi dan mengatasi kondisinya.

Secara sederhana Survivor Autoimmune adalah orang yang masih bisa bertahan hidup dengan kondisi autoimunnya. Sedangkan Pejuang Autoimun atau Autoimmune Warrior tidak berhenti hanya bertahan hidup, namun mencari cara dengan sungguh-sungguh agar kondisinya semakin baik.

Perbedaan Survivor Autoimun dengan Pejuang Autoimun bisa terlihat dari beberapa sikap berikut :

  1. Survivor Autoimun fokus hanya terhadap sakit dan merasa bahwa sakit ini adalah takdir kemudian menjalani dengan mengalir tanpa usaha maksimal. Autoimmune Warrior fokus kepada solusi .Sakit hanyalah bagian dari hidup yang bisa berubah menjadi lebih baik apapun bentuk perubahannya dengan usaha yang tepat.
  2. Autoimmune Survivor menganggap sakitnyai sebagai tanda bahwa karena itulah mereka lebih lemah. Pejuang Autoimun Menganggap mengalami sakit sebagai tanda bahwa mereka berbeda dari orang lain. Karena berbeda maka beda pula cara hidup dan beda treatmentnya.
  3. Survivor Autoimun biasanya suka mencari teman senasib, namun tidak nyaman bahkan merasa gagal ketika teman senasibnya mengalami kemajuan. Autoimmune Warrior berempati jika bertemu dengan teman senasib. Namun tidak menjadikan kondisi mereka sebagai acuan/standar kondisi yang sama bagi dirinya.
  4. Autoimmue Survivor Banyak berharap dan minta orang lain mengerti dan memahami agar tidak semakin parah kondisinya. Autoimmune Warrior bisa berrespon kepada orang yang bersikap tidak baik sekalipun “kamu tidak bisa menghentikan dan membuat saya down”
  5. Survivor Autoimun Sering ketakutan berlebihan terhadap semua informasi begitu menerimanya. Tanpa menguji atau menyaring kebenarannya kemudian menjadi cemas berlebihan sampai mempengaruhi kesehan. Autoimmune Warrior mengusahakan bijak menyaring informasi dan memilah mana yang baik dan bermanfaat bagi dirinya.
  6. Survivor Autoimun bisanya menghindari dan cenderung enggan untuk mengubah pola hidup karena menganggap semua sama saja, yang penting minum obat. cari aman tidak mau ribet. Sedangkan Autoimmune Warrior sambil menjalankan pengobatan dokter, niat untuk mengubah pola hidup dan mengenali tubuhnya. Bahkan “mengenali diri” menjadi sebagai sesuatu yang menantang dan berusaha untuk memenangkannya.

Baca Juga Tentang :
3 kesalahan Yang Biasa Survivor Autoimun lakukan
Makanan Yang Boleh untuk Autoimun

Itulah beberapa perbedaan antara pejuang autoimun dengan survivor autoimun.

Saya menghimbau teman-teman semua yang membaca ini. Ayo jangan berhenti sekedar bertahan hidup dengan sakit kronis ya…..Kita harus menggunakan semua tools yang ada baik dokter, pengobatan medis, terapi, pola hidup sehat, support system untuk membantu kita mengatasi kelemahan saat ini. Salam sehat selalu

You are a warrior
not just a survivor

Instagram : @keziayamamoto
Youtube : Autoimmune TV

Ditulis oleh
Kezia Yamamoto

Penulis Buku, Survivor dari 3 jenis invisible illness ( Sjogren's Syndrome, fibromialgya dan Tarlov Cyst), Pastor, Shofar Trainer, Internet Marketer, Web Developer.

Melihat semua artikel
Tinggalkan balasan (Isi Nama dan Komentar Saja)

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .
Ditulis oleh Kezia Yamamoto