makanan autoimun

MAKANAN UNTUK AUTOIMUN YANG DIPERBOLEHKAN

Makanan untuk autoimun mana yang boleh mana yang tidak adalah pertanyaan sepanjang masa dari para penyandang autoimun terutama di Indonesia. Memang tidak salah menanyakan hal tersebut tujuannya supaya lebih sehat.

Namun perlu dipahami bahwa ternyata tidak ada suatu pola makan yang pasti. Apakah harus menerapkan atau menghindari. Kita harus mengenali sendiri-sendiri sebagai penyandang autoimun. Apa yang dikenali? respon tubuh sendiri terhadap suatu makanan yang dikonsumsi.

Apa Saja Yang Perlu diperhatikan tentang makanan autoimun?

Meskipun sama-sama menderita autoimun, bahkan sama jenisnya misal penyakit lupus atau RA atau sjogren, tubuh setiap orang unik dan berbeda. Anda dan saya berasal dari latar belakang kebiasaan berbeda sejak kecil, pola makan yang berbeda, lingkungan yang berbeda, serta genetika yang berbeda pula.

Hal ini mengakibatkan respon tubuh yang berbeda pula terhadap suatu makanan. Maka kita tidak bisa menggeneralisasikan sebuah pola makan tertentu untuk autoimun. Tidak ada jalan pintas menuju sehat. Satu-satunya cara adalah kita harus mau mengenali sendiri efek dari setiap makanan.

Langkah Penerapan Untuk Mengetahui Makanan Yang Cocok untuk Autoimun

Kita bisa menerapkan beberapa langkah sebelum menemukan pola makan tertentu buat Anda yang menyandang autoimun.

  1. Bertanyalah Kepada Dokter Yang Merawat

    Ya bertanya kepada dokter yang merawat Anda apakah ada pantangan makanan tertentu atau dokter menyarankan lebih banyak konsumsi makanan tertentu. Mengapa dokter yang merawat bukan bertanya kepada sesama pasien? karena dokter yang merawat akan memberikan jawaban objektif berdasarkan kondisi tubuh Anda, bukan kondisi global autoimun.

    Bisa jadi Anda dan teman Anda yang sama jenis sakitnya akan mendapatkan informasi pantangan makanna yang berbeda, karena ingat respon dan kondisi tiap tubuh berbeda. Jadi perbedaan ini wajar dan tidak perlu diperdebatkan.

  2. Mengikuti Petunjuk Dokter Yang Merawat dan Komunikasikan

    komunikasikan jika dokter Anda menyarankan makanan tertentu atau pantang makanan tertentu. Tanyakan alasannya, tujuannya, manfaatnya, jangka waktunya, dan kontrolingnya seperti apa.

    Jangan sungkan bertanya karena semakin detail semakin baik dan Anda semakin jelas mengapa harus makan atau harus pantang makanan tertentu. JIka sudah jelas, ikuti dengan taat setiap petunjuk yang diberikan.

    Jika di tengah jalan terjadi suatu reaksi negatif segera komunikasikan kepada dokter yang merawat, jangan dibiarkan atau mengambil inisiatif sendiri untuk tindak lanjut. Hal ini demi menghindari kondisi yang lebih buruk.

  3. Ujilah Setiap Makanan/Minuman/Suplemen yang dikonsumsi

    Belajarlah mengenali dan mendata setiap makanan yang dikonsumsi. Jika setelah mengkonsumsi makanan A lalu terjadi flare/kambuh atau kondisi yang tidak nyaman di tubuh maka catatlah.

    Semakin kita memperhatikan setiap respon yang terjadi setelah konsumsi makanan, minuman atau suplemen tertentu maka kita akan semakin mengerti yang mana yang diterima oleh tubuh dan mana yang ditolak oleh tubuh. Ujilah dalam kurun waktu tertentu. sehingga kita tidak menduga-duga.

    Jika dirasa mau melakukan tes alergi atau sensitivitas makanan bisa ditanyakan ke dokter yang merawat dan hasilnya tetap perlu diuji juga.

Jadi Apakah Makanan ini boleh atau tidak?

Alangkah baiknya tidak mencari jawaban instant dari sesama pejuang autoimun namun kenalilah tubuh Anda sendiri. Semakin memberikan enerfi/effort untuk mengenali tubuh maka kita akan selangkah lebih dekat dengan remisi.

Harus ditekankan bahwa bukan salah makanannya, melainkan tentang respon tubuh. Contohnya : saya alergi terhadap nasi karen memang hasil lab menyatakan demikian dan setelah diuji memang saya mengalami energi yang drop/lemah mendadak ketika konsumsi nasi. Maka akhirnya saya mengganti nasi dengan karbohidrat lain seperti singkong dan ubi. Hal ini tidak bisa asal ditiru dan bukan merupakan sebuah pantangan wajib bagi semua orang .Ini hanyalah kondisi yang saya alami secara pribadi.

baca juga
Makanan Utuh Untuk Autoimun
Makanalah Yang Dibutuhkan Tubuh Bukan Yang Viral
Diet Autoimun Yang Sehat

Makanan Untuk Autoimun

Jadi mulai sekarang jangan lagi bertanya kepada sesama penyandang makanan ini itu boleh atau tidak ya! kenalilah tubuh kita sendiri, sayangi dan dimengerti. Semoga sehat selalu.

Salam Sehat,
Kezia Yamamoto

“Kenalilah Tubuh Sendiri Agar Semakin Dekat Dengan Remisi”

Ditulis oleh
Kezia Yamamoto

Penulis Buku, Survivor dari 3 jenis invisible illness ( Sjogren's Syndrome, fibromialgya dan Tarlov Cyst), Pastor, Shofar Trainer, Internet Marketer, Web Developer.

Melihat semua artikel
Tinggalkan balasan

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .
Ditulis oleh Kezia Yamamoto