DIET AUTOIMUN

Diet autoimun adalah pola konsumsi yang berguna untuk menunjang perawatan seorang penyandang autoimun. Diet ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan bukan dalam artian menguruskan badan.

Konsep ini perlu jelas dulu agar kita tidak terjebak dalam kata DIET yang selama ini diasumsikan untuk menurunkan berat badan. Diet terbaik adalah penerapan plant base diet atau pola makan dominan nabati seperti sayur buah kacang-kacangan, dan biji-bijian.

PLANT BASE DIET AUTOIMUN

Plant base diet ada banyak jenisnya yang bisa diterapkan. Tentu antar masing-masing orang berbeda dengan pertimbangan tertentu. Anda pasti memiliki alasan tertentu ketika memulai sebuah pola baru dalam makanan.

Namun konsumsi makanan dengan bahan dominan nabati sudah diakui efeknya bagi kesehatan. Pola inipun sudah dilakukan sejak lama oleh banyak orang, bukan hanya orang dengan sakit kronis saja.

Hari ini saya membahas 4 macam. Meskipun pun sama-sama menggunakan nabati sebagai dominasi menu namun keempat jenis tadi berbeda-beda penerapannya.

Apa saja perbedaannya?

1. VEGAN
Veganisme adalah tipe diet yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani seperti daging-dagingan, dairy products, telur dan makanan laut.

Selain konsumsi makanan, diet veganisme juga berlaku pada apapun yang dikenakan seperti pakaian dan aksesoris (tidak berbahan kulit hewan asli, ramah lingkungan), produk kecantikan dan riasan (cruelty free, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan), serta obat-obatan. Vegan juga terdiri dari beberapa macam lagi.

2. VEGETARIAN
Tipe Diet yang pelaksanaannya belum sepenuhnya meninggalkan konsumsi produk hewani. Karena selain dominan nabati masih mengonsumsi dairy products (susu, keju, yogurt, krim) atau telur. Vegetarian juga dibagi menjadi 3 jenis

  • Lacto-vegetarian tidak mengonsumsi daging serta telur namun masih menambahkan dairy products
  • ovo-vegetarian, yaitu mereka yang tidak mengonsumsi produk hewani apapun kecuali telur.
  • lacto ovo-vegetarian, yaitu mereka yang mengkonsumsi telur dan dairy produk

3. FLEXITARIAN
Jenis diet yang lebih banyak porsi konsumsi plant-based/nabati namun sesekali masih mengonsumsi daging serta produk hewani lainnya.

Demi kesehatan biasanya menjadi alasan mengapa seseorang menjalani diet ini. Tapi biasanya, flexitarian juga sangat berhati-hati dalam memilih produk hewani yang hendak mereka konsumsi.

Bagi Anda yang baru mau mencoba menerapkan pola makan dominan nabatin, jenis ini sangat sesuai untuk diterapkan sambil mengukur kemampuan tubuh seiring berjalannya waktu.

Apakah Ada Alternatif Pola Diet Autoimun Lainnya?

4. PESCATARIAN
Jenis ini sama dengan ketiga jenis lainnya, tetap mengedepankan konsumsi produk nabati dominan dalam makanannya dengan porsi yang sangat besar juga tidak mengkonsumsi daging merah atau daging putih. Namun para penganut diet pescatarian menambahkan ikan dalam menunya.

Diet Autoimun ini berbeda tapi prinsipnya semua untuk kesehatan tubuh. Ingat untuk konsumsi yang tubuh perlukan bukan sekedar yang viral.

Apapun jenis yang akanĀ  atau sudah Anda terapkan, tentunya tidak lupa untuk mengenali setiap respon tubuh kita terhadap semua makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Meskipun secara standar nabati itu baik bagi tubuh, tetap saja kita harus mengujinya satu persatu supaya kesehatan kita semakin baik.

Salam Sehat,
Kezia Yamamoto
https://instagram.com/keziayamamoto

MAKANLAH YANG TUBUH PERLU, BUKAN YANG MATA INGINKAN”

Ditulis oleh
Kezia Yamamoto

Penulis Buku, Survivor dari 3 jenis invisible illness ( Sjogren's Syndrome, fibromialgya dan Tarlov Cyst), Pastor, Shofar Trainer, Internet Marketer, Web Developer.

Melihat semua artikel
Tinggalkan balasan

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .
Ditulis oleh Kezia Yamamoto