INILAH SALAH SATU CARA SELF HEALING AUTOIMUN

Saya akan mulai menuliskan beberapa hal mengenai self healing untuk autoimun. Sebelumnya saya akan cerita dulu latar belakang dari apa yang mau saya sampaikan. Beberapa waktu lalu saya diundang untuk memberikan sharing di acara Seminar yang diadakan oleh Ikatan Istri Dokter Indonesia, di daerah Jakarta Selatan. Di sana saya menceritakan kisah bagaimana saya survive, dan setelah acara banyak sekali ibu-ibu yang mendatangi saya dan suami untuk bertanya apakah ketika usia sudah tua masih bisa mungkin untuk survive dan hidup normal? tetu saja jawaban saya BISA. karena survive dan remisi bukan ditentukan dari usia tapi dari kondisi tubuh dan tentu juga respon tubuh atas semua treatment yang kita lakukan.

 

Nah, ketika ngobrol dengan beberapa ibu-ibu , datanglah satu ibu yang memberikan saya sebuah benda seperti pembatas buku. beliau bercerita bahwa ibunya sakit autoimun dan berusia 90 tahun masih bisa beraktifitas meskipun menggunakan kursi roda karena sudah sangat tua, namun punya semangat yang tinggi. Pembatas buku itu diberikan kepada saya sebagai hadiah. simple dan elegan, terbuat dari potongan kain batik yang ditempel di kertas, lalu dilaminasi dan diberi pita di bagian atasnya. Saya sangat gembira dan menitipkan salam buat Oma tersebut karena tidak dapat hadir saat itu. bagi saya benda ini menjadi semangat bagi saya untuk terus berkarya dan melakukan apa yang saya suka. Pembatas buku itu saya pakai untuk buku

A TO Z REMATIK AUTOIMUN.

YA. Melakukan apa yang kita suka bisa menjadi salah satu cara self healing. Diakui atau tidak kita ada dalam keadaan yang pasti kita tidak suka bukan? kena autoimun, vonis seumur hidup, mungkin banyak yang masih konsumsi banyak obat, masih sering flare. dan ketika kita terus fokus dengan semua kesakitan dan penderitaan ujungnya pikiran kita hanya dipenuhi dengan sakit sakit dan sakit.

oleh sebab itu kita harus mengisi ruang dalam pikiran kita untuk sesuatu yang fun, yang menyenangkan buat kita. salah satu nya seperti yang dilakukan oleh Oma usia 90 tahun tersebut di atas, dia rajin membuat kreasi pembatas buku. lalu diberikan kepada orang lain, mungkin tidak semua orang suka, tapi ketika saya diberi barang tersebut saya sangat suka. memang kita tidak bisa menyenangkan semua orang di muka bumi ini, dont’s worry. be happy. lakukan saja apa yang kita suka.

sebelum pembatas buku dari Oma tadi saya juga pernah dikirimi benda hiasan rumah tangga yang terbuat dari limbah plastik. bentuknya tempat tissue dan penutup galon, bahan dasarnya dari bungkus kopi. cantik hasilnya dan bisa berguna. saya pajang di rumah, ini pemberian rekan odamun yang menjadi teman di facebook saya. Tentu membuatnya perlu waktu dan ketekunan. Hanya orang yang sabar dan tekun yang bisa membuat kerajinan semacam ini, jujur kalo bagi saya saya kurang bisa mengerjakan pekerjaan semacam ini, hehehee….

Setiap kita lahir dengan sebuah kapasitas dan potensi. meskipun lahir ga bawa harta benda tapi potensi pasti semua punya. entah kita menganggapnya terpendam sampai sangat dalam tapi tetap saja kita semua pasti PUNYA. kenanilah apa yang menjadi kesukaan kita, karena ketika kita mengerjakan apa yang kita suka maka pikiran kita, fokus kita jadi teralihkan sehingga kita menjadi lebih happy dan bukankah hati gembira adalah obat? mungkin kita menyukai kegiatan seperti :

  • berkebun atau menanam tanaman obat di depan rumah menggunakan pot
  • membuat prakarya atau kerajinan
  • menyulam
  • make up artis
  • melukis atau menggambar
  • jualan online
  • menulis baik di buku tulis atau media internet
  • fotografi ( percayakah anda selfie itu juga baik buat kesehatan loh… kita lihat perkembangan kesehatan kita dari foto-foto selfie kita bisa juga membantu membuat percaya diri tumbuh )
  • membaca buku
  • memasak
  • internet marketer
  • dan lain sebagainya

Saya suka menulis, saya belajar fotografi dan background saya dulu adalah orang yang kuliah di jurusan IT ( berbau komputer ) sehingga saya mulai membuat website ini di tahun 2017 awal dan juga membuat buku, sebentar lagi akan terbit buku kedua. Semua itu saya lakukan sebagai cara untuk menyalurkan pikiran saya, saya isi pikiran saya dengan hobi, hal yang saya sukai dan ternyata efek jangka panjangnya bisa membantu banyak orang juga. dulu hanya mikir banyak yang dikerjakan di kasur untuk mengisi waktu, kan saya masih lumpuh ketika 2016 saya mulai menulis di kertas sedikit demi sedikit ketika ada ide, mencoba menulis lagu juga lalu sayarekam setelah mulai pulih.

Ternyata yang awalnya hanya mikir untuk mengisi waktu agar tidak bosan dan merenungi nasib sedih ( ya kan sedih banget udah lumpuh ga bisa gerak kaki, apa apa dibantu malu banget waktu itu ) Ada seorang ibu yang saya kenal dengan autoimunnya yang mengganggu syaraf motorik, sehingga dokter menyarankan untuk rajin melatih sayarf motorik terutama tangan dengan cara menggambar, dan saat ini saya mengenal beliau sebagai pelukis yang keren meskipun usianya sudah sangat tua, memulainya juga sudah usia tua loh, bukan sejak muda. lukisannya menjadi alat untuk terapi tapi jangka panjangnya beliau diminta menyemangati rekan odamun lain dan lukisannya juga bisa dipamerkan.

Kisah lain seorang rekan odamun yang karna sensitif dengan gluten lalu mencari berbagai sumber untuk resep makanan gluten free kini dia menjadi pembuat gluten free cake yang enak dan saya juga sering beli ke dia. orderannya banyak setiap hari karena rata-rata orang dengan autoimun sensitif dengan gluten. Jadi apa yang dilakukan sangat membantu odamun lainnya.

Ketika kita mulai melakukan apa yang kita suka, pikiran terisi dengan hal yang membuat kita happy dan ahirnya kebahagiaan akan memberikan kesembuhan bagi tubuh fisik, dari batin berdampak kepada fisik. memang tidak cepat dan instant saat pertama kali, tapi ada proses yang mengikuti. Bagi yang mungkin sudah tidak bisa bekerja di kantoran, hanya bisa part time karena waktu terbatas bisa mencoba memulai kegiatan yang disukai karena apa yang kita suka bisa kedepannya digunakan untuk mencari penghasilan.

Kita semua tahu bahwa pengobatan autoimun seumur hidup, jadi harus selalu ada dana, dengan kita bisa produktif dari rumah maka kita tidak perlu full day beerja kantoran bukan? memang tidak langsung namun bertahap. saya infokan jangka panjangnya karena memang banyak yang mengalami dari mulai melakukan hobi dari situ bisa untuk sumber penghasilan dan digunakan untuk biaya berobat.

mulailah temukan apa sih yang kita sukai? yuk mulai kerjakan pelan pelan sesuai dengan kemampuan kita, tujuannya supaya mengalihkan perhatian kita dari rasa sakit. lakukan bertahap dengan excited, dan cek deh setelah beberapa waktu semua itu akan menjadi salah satu penolong dalam progress kesehatan kita. selamat mencoba dan ditunggu sharingnya. salam sehat ! mengenai tips bagaiman mengejar remisi autoimun bisa membuka link ini.

Kezia Yamamoto.

Ditulis oleh
Kezia Yamamoto

Penulis Buku, Survivor dari 3 jenis invisible illness ( Sjogren's Syndrome, fibromialgya dan Tarlov Cyst), Pastor, Shofar Trainer, Internet Marketer, Web Developer.

Melihat semua artikel
Tinggalkan balasan

4 comments
Ditulis oleh Kezia Yamamoto