Referensi Dokter Autoimun di Malaysia

Banyak yang bertanya saya berobat ke dokter mana untuk pengobatan autoimun. Jadi saya post di web ini supaya bisa dibaca oleh banyak orang beserta detailnya. siapatahu bisa jadi referensi yang bermanfaat.

Ketika saya tegak diagnosa autoimun jenis sjogren’s syndrome oleh salah seorang dokter di Jakarta, saya diberi obat suntikan untuk bisa kuat perjalanan ke Semarang, karena saat itu kondisi parah dan saya minta dirujuk ke Semarang yang dekat dengan keluarga. besoknya saya flight subuh ke Semarang, dari bandara Semarang langsung ke salah satu rumah sakit swasta ditangani dokter rheumatology dan dirawat selama 2 minggu namun keadaan tidak membaik justru malah memburuk. selama 2 minggu itu obat diganti-ganti karena seringnya tidak cocok, badan saya bengkak, lemah dan lumpuh separo dari pinggang ke bawah. Akhirnya saya pulang ke rumah atas kemauan sendiri. Saya mencari second oppinion bertanya kesana kemari sampai akhirnya Mama dari teman saya merekomendasikan untuk ke Malaysia menemui temannya seorang ahli bedah syaraf (karena dicurigai kelumpuhan saya ada kaitannya dengan syaraf) seminggu kemudian saya berangkat ke Malaysia (Kota Kinabalu) direct flight 2.5 jam dengan Air Asia  dari Bandara Soekarno Hatta sampai Kota Kinabalu tengah malam. Keesokannya saya menelpon dokter bedah sayaraf Dr.Pulivendan dan dia sarankan saya ke temannya dulu spesialis Rheumatology Dr.Eleen Chong Yun Yin di R.S Gleneagle. karena sudah didaftarkan dari minggu sebelumnya, tujuannya supaya bisa tahu apakah memang betul ada kasus autoimun.

 

Akhirnya saya bertemu Dr.Eleen, orangnya ramah, cantik baik dan sangat detail. Bisa menggunakan bahasa Inggris, Mandarin maupun Melayu. pasiennya sehari cuma 3-4 dengan perjanjian, jadi puas diperiksa sampai hampir 3 jam 🙂 saya ceritakan dengan detail dari awal saya mengalami sakit, di cek fisik, dicek obat yang saya minum dia shock karena too much. dia juga cek masing-masing kandungan obat dengan membuka komputernya dan buku-buku nya. jadi sekalian saya dijelaskan fungsi dari obat-obatan yang saya minum (ada 10 macam) yang ternyata sebagian besar TIDAK DIPERLUKAN T_T sedih banget sudah merusak ginjal sendiri karena ketidakmengertian.

Sangat menyenangkan konsultasi dengan Dr.Eleen, jadi menambah pengetahuan. Lalu setelah berjam-jam pemeriksaan Dr.Eleen menyimpulkan bahwa sepertinya ada masalah lain selain autoimun. jadi dia menyarankan untuk tes lanjutan. yaitu MRI dan cek laborat, untuk cek laborat beberapa dikerjakan di R.S Gleneagle dan sebagian di kirim ke Australia sehingga saya harus menunggu hasilnya 2 minggu. Ketika hendak MRI, dokter sudah memberikan informasi bahwa saya akan disuntik dengan salah satu obat agar hasil MRI bisa jelas (saya lupa nama obatnya) dan karena melihat potensi alergi yang besar Dokter Eleen menyiapkan pertolongan darurat, jadi saya ditusuk jarum untuk persiapan opname, jaga-jaga ada masalah ketika MRI saya bisa segera masuk UGD. ketika masuk ruang MRI dengan perlengkapan yang sudah siap saya masih merasa baik-baik saja, namun ketika MRI dimulai saya merasa sangat mual jadi MRI dihentikan, saya dikeluarkan dari tabung dan muntah sebanyak-banyaknya. setelah kesulitan beberapa kali keluar masuk tabung, akhirnya MRI berhasil diselesaikan dan saya segera dipasang infus lalu di bawa ke UGD untuk pemulihan. setelah beberapa jam saya membaik meskipun masih lemas dan pulang ke hotel untuk istirahat.

Keesokan harinya saya kembali ke rumah sakit gleneagle, mengambil hasil MRI dan beberapa hasil tes laborat yang dikerjakan di tempat. Dokter Eleen menjelasan bahwa selain autoimun masalah lainnya adalah saya ada kista di tulang ekor dan itu Banyak. Saya baru pernah dengar ada kista di tulang ekor, dan dokter memberi penjelasan sangat rinci bahwa kemungkinan karena seringnya benturan terjadi selama saya sakit, saya sering jatuh, kista tulang ekor/tarlov terjadi akibat benturan di sekitar tulang ekor. memang selama sakit 4 tahun saya sering jatuh posisi terduduk.

Kemudian dokter memberikan saran obat dari indonesia mana saja yang perlu saya minum dan mana saja yang tidak perlu saya minum (beliau tidak anti dengan dokter Indonesia loh, resep obatnya dokter indo yang memang dibutuhkan oleh saya tetap dilanjutkan) kemudian dia meminta saya pulang ke Indonesia, tidak perlu tunggu 2 minggu karena jika hasil tes darah dari Australia sudah keluar, akan segera di emailkan ke saya. Selanjutnya saya di”lempar” ke dokter bedah syaraf lagi untuk penanganan kista tulang ekor namun dokter bedah syaraf ngga mau mengoperasi. katanya terlalu beresiko karena saya alergi painkiller, lalu di”lempar”lagi ke pain klinik dengan 2 dokter untuk terapi masalah tulang ekor.

Empat hari di Kinabalu saya akhirnya kembali ke Jakarta dan hasil darah dari Ausi dikirim ke email dua minggu kemudian. hasilnya memang saya autoimun dan juga alergi parah terhadap banyak benda dan bahan makanan. dari hasil itu dokter Eleen menyarankan saya untuk fokus di pengobatan tulang ekor. untuk autoimunnya minum Vit.D , steroid, dan plequinil mirip resep dokter yang di Jakarta, hanya tidak diberi painkiller. Beliau menyarankan saya menghindari semua yang alergi, jangan kebanyakan aktivitas supaya tidak mudah lelah.

Biaya yang dikeluarkan untuk pertama kali periksa di Dr.Eleen saat itu sekitar 9 juta rupiah, untuk jasa medisnya saja 350RM, cek laborat yang dikirim ke Ausi, cek darah yang dilakukan di R.S Gleneagle, MRI dan obat-obatan. Untuk tranportasi dan akomodasi sekitar 4.5 juta, hanya saat ini sudah tidak ada direct flight jakarta-kota kinabalu sehingga harus transit Kuala Lumpur terlebih dahulu sehingga lama perjalanan Jakarta-Kota Kinabalu 2 jam, trasnit 3 jam lalu Kuala Lumpur-Kota Kinabalu 2.5 jam. Jangan pernah ambil transit yan g1 jam karena bandara KL sangat besar, harus antri Imigrasi yang kadang panjang, sehingga sangat terburu-buru dan harus lari. saya pernah 1x ketinggalan pesawat, oleh sebab itu jadi pembelajaran agar menggambil jam transit paling tidak 3 jam. Otomatis biaya transportasi jadi lebih mahal karena PP jadi 4x naik pesawat. Transportasi di Kota Kinabalu bisa menggunakan UBER dan Grab. ada TAXI tapi mahal. harga todongan, bukan argo. Saya seringnya pakai UBER dan kalau ada promo bisa murah banget. untuk penginapan saya rekomendasikan Hotel Kingston. dari beberapa hotel di sekitar R.S ini yang paling nyaman dan dekat. R.S Gleneagle posisinya 1 wilayah dengan Mall dan perkantoran jadi tidak perlu khawatir untuk makanan di sana banyak.

Saya merekomendasikan Dr.Eleen karena bagus, detail, sabar. tidak asal kasih obat dan juga menyarankan kita tidak terlalu banyak minum obat. waktu yang panjang untuk konsultasi (karena sehari hanya sedikit pasien) juga menjadi alasan saya suka di sana, kita bebas bertanya sampai puas dan jelas, tidak diburu-buru. namun minusnya adalah lokasi yang jauh, bukan di main city Malaysia, Kota Kinabalu kan dekatnya Kalimantan :-p apalagi sekarang tidak ada direct flight jadi makin jauh dan juga mahal untuk harga tiket pesawatnya karena double. Bagi yang hendak ke sana bisa dipertimbangkan. Saya tetap ke Kota-Kinabalu karena sekalian urusan berobat Kista tulang ekor dan fibromialgya di sana, lalu jika di Jakarta tiba-tiba drop bagaimana? saya ada dokter lagi yang menangani. saya bahas next post ya..

Kelebihan System di Malaysia yang saya perhatikan adalah

  • dokter tidak praktek selain di rumah sakit, jadi fokus, tidak ada yang terlambat alasan macet atau dari tempat praktek di rumah seperti banyak terjadi di Indonesia :-p maksimal Rumah Sakit tempat praktek 2 itupun jarang hanya dokter-dokter tertentu saja yang bisa praktek beda rumah sakit. contohnya dokter bedah syaraf yang menangani saya dia ada di beberapa R.S karena dokter bedah terbaik mendapat gelar datuk dari kerajaan Malaysia jadi jika dibutuhkan ada pasien darurat bisa dipanggil ke R.S lain selain tempat praktek utama nya.
  • konsultasi dengan dokter by appointment dan dibatasi perhari sehingga efektif dalam mengangani pasien, tidak diburu-buru karena overload pasien. Untuk dokter yang menangani autoimun di Indonesia kebanyakan overload pasien sampai saya pernah ke salah satu dokter antri dari jam 9 malam sesuai urutan, pulang dini hari jam 1 pagi T_T  mungkin karena dokternya masih terbatas namun pasien autoimunnya sangat banyak.
  • antar dokter beda rumah sakit bisa saling kerjasama berkoordinasi menagani pasien ( saya ditangani 4 dokter, 2 rumah sakit untuk 3 penyakit berbeda, namun satu sama lain sering banget calling by phone untuk konfirmasi tentang progress atau penggantian obat atau tindakan medis yang akan diambil ketika saya sedang konsultasi) jadi saya sebagai pasien merasa aman

itulah penjelasan mengenai dokter yang menangani penyakit Autoimun saya di Malaysia. tempat prakteknya di R.S Gleneagle. alamat di Riverson @Sembulan, Block A-1 ,Lorong RIverson, Borneo, Kota Kinabalu, Sabah Malaysia. no telpon +60 88 518 888. Semoga Bermanfaat

 

Kezia Yamamoto S.kom, M.Th

Ditulis oleh
Kezia Yamamoto

Penulis Buku, Survivor dari 3 jenis invisible illness ( Sjogren's Syndrome, fibromialgya dan Tarlov Cyst), Pastor, Shofar Trainer, Internet Marketer, Web Developer.

Melihat semua artikel
Tinggalkan balasan

12 comments
Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .
Ditulis oleh Kezia Yamamoto