OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Autoimun Ibarat Satuan Militer Perusak NKRI

sebelum menjudge isi dari judulnya, baca dulu sampai selesai ya!

Masih bingung sebenarnya Autoimun itu apa? meskipun sudah berulang kali posting tentang autoimun sepertinya masih ada kebingungan yang dialami oleh kebanayak orang, terbukti dari banyaknya pesan masuk melalui inbox di sosial media saya. Oleh sebab itu saya akan menjelaskan dengan analogi yang saya ambil dari penjelasan dokter saya.

Kita semua punya sistem kekebalan tubuh yang berguna untuk menjaga tubuh dari serangan dari luar sehingga tidak mudah sakit. namanya sistem maka terdiri dari berbagai macam sel dengan tugas ada¬† yang untuk tulang, jantung, ginjal, kulit, otak, dll. masing-masing dalam satu kesatuan dalam tubuh masing-masing berkeliling siaga mengawasi barangkali ada penyusup yang hendak merusak tubuh. Ibaratnya tubuh itu adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan imun sistem itu ibarat satuan militernya ada tentara baik angkatan udara, laut dan darat, ada kopasus, ada pilisi dll ( kalau kurang dimaklumi ya karena saya bukan orang militer ūüôā ) Nah, semuanya punya tugas masing-masing di area mana ditempatkan namun perintah bagi semua satuan militer itu sama yaitu menjaga keamanan NKRI. Ternyata ketika serangan datang, terjadi kebingungan, perintahnya dianggap berubah sehingga bukannya menjaga keamanan malah menyerang wilayah yang dijaganya. (ingat ya ini hanya perumpamaan, karena pada kenyataannya satuan militer NKRI kan tidak error seperti contoh di atas)

Dalam autoimun, sel yang seharusnya melindungi mengalami kebingungan, dia siaga, dia kuat namun salah mengenali sehingga yang seharusnya kawan justru dilawan. Harusnya menjaga, malahan menyerang. Gampangnya disebut sebagai pemberontak. Karena ada di dalam tubuh, maka sakitlah bagian yang diserang itu, bisa hanya satu atau lebih dari satu organ (sistemik). Oleh sebab itu autoimmune ada ratusan golongan dan nama tergantung mana yang diserang, antara lain  rematoid arthisis yang menyerang sendi, Myasthenia Gravis yang mengakibatkan kelemahan otot, ada sjogren syndrome yang menyerang sendi, kelenjar mata, kelenjar lidah dan bisa menyebar ke jantung serta ginjal seperti yang saya alami. Selain itu masih banyak nama penyakit autoimun misalnya Lupus, Scleroderma, Psoriasis, Vitiligo, Takayasu, Multiple Sclerosis, Grave Diseases, dan masih banyak lagi. Dunia medis belum bisa menjelaskaan secara pasti penyebabnya, dan ini menjadi PR besar sampai hari ini. Obat yang diberikan hanya sebatas untuk mengurangi gejala saja. jadi dengan kata lain belum ada jaminan kesembuhan 100% bagi ODAMUN (orang dengan autoimun)

Perlu diperhatikan dan ditegaskan disini. AUTOIMUN BUKAN MASALAH DAYA TAHAN LEMAH.¬† ini masalah sistem penjaga yang sudah kuat, namun salah mengenali, salah serang ibarat seperti pagar makan atau militer yang merusak NKRI tadi, kan ga mungkin ya satuan militer penjaga negara masa lemah pasti kuat, terlatih dong… Sebab itu bijaklah dalam menggunakan suplemen makanan tambahan yang sering ditawarkan oleh banyak pihak, karena kebanyakan untuk MENINGKATKAN DAYA TAHAN tubuh/IMMUNE BOOSTER sedangkan BUKAN ITU INTI MASALAH autoimun. Bayangkan saja imun kuat, ditambah dengan suplemen penambah daya tahan, bisa seagresif apa imun nya? ini justru membahayakan. Saya tidak anti dengan suplemen tertentu atau obat-obatan herbal namun jika anda sebagai penjual suplemen yg fungsinya adalah Immune booster, perlu bijak dalam menyarankan produk, pelajarilah baik-baik apakah anda memahami autoimun dan pelajarilah apakah produk yang ditawarkan sesuai dengan kondisi autoimun, jangan sampai kejar target jualan sampai merugikan orang lain. Kita sebagai konsumen/odamun harus pelajari dulu baik-baik kandungan di dalamnya. jangan asal tergiur dengan iming-iming pasti sembuh cepat. Saya tidak menyalahkan suplemennya, apapun merknya bukan ranah saya untuk membahas, namun saya mengajak orang lebih peduli lagi dengan tubuhnya jangan sampai kondisi memburuk karena kesalahan asupan yang kita lakukan dengan sadar. Cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain, karena kondisi para odamun sangat unik, berbeda satu dengan yang lain meskipun menderita autoimun jenis yang sama. Tingkat alergi berbeda dan penanganan juga berbeda, sehingga tidak bijak jika mengclaim bahwa satu macam suplemen bisa menyembuhkan berbagai penyakit termasuk autoimun. Jika memang mencoba sebuah produk setelah mempelajari dan dirasa aman, amatilah reaksinya terhadap tubuh, jika dalam beberapa waktu konsumsi ternyata ada reaksi negatif sebaiknya dihentikan.

Jika belum ada dokter yang dapat memberikan jaminan kesembuhan, jika belum ada obat yang bisa menyembuhkan 100% maka menurut saya satu-satunya yang bisa menjinakkan/mengendalikan autoimmune itu adalah kita sendiri. karna sel-sel itu ada di dalam tubuh kita. kita bisa mengendalikannya sehingga autoimmune mencapai kondisi remisi. yang perlu dikerjakan adalah mengenali sejauh mana autoimmune berdampak, kenali pemicu kambuhan pada saat kita melakukan apa lalu banyak belajar dari sumber-sumber terpercaya sebagai bahan masukan yang bermanfaat. Konsultasikan dengan dokter yang mengawasi untuk konsumsi obat juga suplemen makanan serta terapi alami lain yang dimungkinkan dapat meringankan penderitaan odamun.  selain itu jangan lupa untuk tetap mengelola managemen waktu antara aktivitas dan istirahat supaya tidak mengalami flare berulang kali. baca  juga 7 Hal yg Bisa dilakukan Penyintas Autoimun Untuk Survive

Note :

dilarang komplain tentang foto saya di atas :-p , kalau ekpresi di fotonya ga galak kan saya ga cuma autoimun tapi autoIMUT, harap maklum ya… Kalau baju kebesaran karena pinjem bapak saya, baju mainan dia air soft gun¬†dulu. topi kabaret juga pinjem bapak satpam penjaga kompleks biar kesannya ala-ala tentara meskipun beda jauh…namanya juga usaha, biar ga plagiat ambil foto oranglain ,mending foto sendiri meskipun konyol.. dah gitu aja.

keep learning, keep healthy, and be positive.

Kezia Yamamoto, S.Kom, M.Th.

Ditulis oleh
Kezia Yamamoto

Penulis Buku, Survivor dari 3 jenis invisible illness ( Sjogren's Syndrome, fibromialgya dan Tarlov Cyst), Pastor, Shofar Trainer, Internet Marketer, Web Developer.

Melihat semua artikel
Tinggalkan balasan

7 comments
Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .
Ditulis oleh Kezia Yamamoto